Friday, 4 August 2017

Cara kerja mendapatkan Uang $ 350 dalam sehari mengunakan Gps Garmin


 Uang Dollar

Cara kerja mendapatkan Uang $ 350 dalam sehari mengunakan Gps Garmin

1.Siap kan Gps Garmin Merk apa saja Rekomendasi saya untuk pemula pakai Garmin 76

Csx atau Atau 78 s

2.Bisa mengunakan Sofware Auto Cad Atau ArcGis atau Sofware mapping lainnya

3.Mempercantik tamilan peta mengunakan ArcGis

Sekarang ini peraturan pemerintah semua sertifikat tanah yang ada di indonesia

bagi pemilik tanah mempunyai koordinat bidang tanah milik mereka,kenapa harus

mempunyai koordinat ? karena suatu saat atau di masa akan datang jika ada

perselisihan antar pemilik tanah dapat di buktikan dengan koordinat yang kita buat

pada saat ini.

Jadi bagi teman-teman yang mempunyai skil di bidang pengukuran dan pemetaan akan

banyak job-job freelance yang akan teman-teman kerjakan ,contohnya saaya dalam

sebulan minimal dua kali dapat job dari pekerjaan utama saya.

menjadi juru ukur tanah adalah pekerjaan yang juga bisa disebut penjual jasa dari

keahlian kita .Dan saya juga menikmati pekerjaan saya menjadi juru ukur tanah.

oke Gan semoga bermanfaat dan saya ucapkan terima kaih telah membaca artikel saya

Lihat video ini Gan.
.
Baca juga artikel-artikel saya yang lainnya.

Belajar mentransfer GPS GARMIN montana Ke ArcGIS


Belajar mentransfer data GPs Garmin dengan muda

1 Sambungkan Gps ke PC Atau Laptop
2 Buka Aplikasi Easy GPs Pada PC Atau Laptop anda
3 Receive Gps Garmin Montana anda ke PC Atau Laptop melalui Aplikasi easy Gps
4 Pilih source yang akan di edit pada ArcGIS
6 Buka Mapsource pada PC atau laptop anda.
7 Rubah data Gpx ke DXF
8 Buka Aplikasi ArcGis pada PC atau Laptop anda Add data GPS Garmin montana 650setelah itu add data  yang telah di rubah menjadi DXF.
9 Buat layer baru pada arcgis buka arc catalog pada aplikasi arcgis
10 Membuat shapile pada arcgis untuk membuat layer baru
11 Panggil data yang di buat di arc catalog tadi di add data arcgis
13 Pilih Editor di arcgis untuk mengedit data Shapile
14 Setelah di edit pakai soket tool buatla judul Shapile

Untuk Lebih jelasnya lagi bka video di bawah ini.


Sekian dulu semoga bermanfaat yang saya tulis ini bagi anda yang baca tulisan saya ini,dan dapat belajar bersama - sama.
Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyak telah sudi mampir di blok saya ini

Jangan lupa baca juga.
Menanam sawit dilahan gambut
Fungsi kanal pada perkebunan kelapa sawit

Monday, 31 July 2017

Menanam kelapa sawit dilahan gambut



Menanam kelapa sawit dilahan gambut pada umumnya kurang baik. Sebab kelemahan pada lahan ini adalah asupan air yang terlalu berlebih. Karena zat asam pada lahan gambut yang sangat tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit itu sendiri.
Keunggulan;
• Pohon tidak akan pernah tinggi, karena sering rubuh/condong.
• Dapat mengatur kemiringan pohon sesuai keinginan petani menggunakan alat berat.
• Takaran pemupukan menggunakan unsur makro NPK akan berkurang, karena kontruksi tanah terdiri dari sumber flora dan fauna hayati.
• Pemupukan dilahan gambut dianjurkan sesering mungkin menggunakan unsur hara magnesium, karena kondisi lahan memiliki pH tanah yang rendah.
• Pemberian mikroba Lactobacillus sp, akan menjadi penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organik dan keunggulannya dapat mengurangi pemberian pupuk berunsur N P dan K.
Kelemahan:
• Daun akan cepat kering dan menguning, jika tidak terawat dengan baik.
• Pohon akan condong/rubuh pada usia produktif, jika tidak diatur.
• Cara pemanenan lebih sulit, karena konstruksi tanah berair, berlumpur, lembab dan tidak bersahabat.

Oleh sebab itu para pengembang yang menggeluti bisnis ini memperlakukannya secara khusus dan baik. Jarak tanam kelapa sawit paling umum digunakan adalah jarak tanam kedepan 8 meter kesamping 9 meter mata lima atau empat (8x9x5/8x9x4). Jadi cara ini adalah dasar dari formasi yang baik untuk jarak tanam. Tumbuhan ini berasal dari benua afrika. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan di Negara Nigeria. Kelapa sawit menghasilkan minyak dan dapat di olah menjadi minyak goreng, sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi. Berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.

Klasifikasi;
Kerajaan:
•Plantae
Divisi:
• Magnoliophyta
Kelas:
• Liliopsida
Ordo:
• Arecales
Famili:
• Arecaceae
Genus Spesies:
• Elaeis guineensis
• Elaeis oleifera

Negara penyumbang minyak crude palm oil (CPO) terbesar di dunia adalah Negara Republik Indonesia. Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan. Maka dari itu tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Halaman ini akan mengulas sedikit tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman kelapa sawit dilahan gambut.

Persiapan bibit ;
1. Pilih bibit yang berkualitas tinggi. Karena bibit mempengaruhi perkembangan dan hasil panen TBS ( buah tandan segar ) yang stabil serta melimpah. Oleh sebab itu, jika bibit yang ditanam itu berkualitas baik, maka kedepannya tidak membuat petani kecawa dan cepat mendongkrak prekonomian keluarga.

Contoh pemilihan bibit yang berkualitas dapat dilakukan sebagai berikut.
1 = Bibit bebas penyakit seperti virus gemini dan jamur ganoderma sp.
2 = Bibit tidak kerdil dan memiliki pertumbuhan yang cukup baik.
3 = Bibit harus disesuaikan oleh jenisnya seperti kecambah hasil persilangan.
4 = Umur bibit siap tanam sebaiknya usia 8 bulan hingga 2 tahun Persiapan lahan dan penanaman; •

Bersihkan lahan dari gulma dan kayu agar pengerjaan selanjutnya menjadi lebih mudah.
• Cara pembersihan gulma dilarang menggunakan api atau membakarnya. Karena akan menjadi polusi udara dan pemerintah Negara Republik Indonesia melarang keras serta akan menindak tegas secara hukum.
• Buatlah parit-parit kecil disetiap 2 jalur dan kanal-kanal besar sekeliling kebun, keuntungannya mengurangi resiko terbakar dilahap api, jika ada tangan jahil yang ingin merusak.
• Sebelum penanaman bibit maka harus diatur menggunakan bantuan tali dan kayu pancang. Tujuannya agar tanaman terlihat lebih rapi dan sesuai ukuran standart 8x9x5 atau 9x8x4 untuk jenis kelapa sawit pelepah panjang.
• Penanaman yang baik dilakukan pada musim kemarau antara bulan Mei hingga Agustus. Karena penanaman dibulan-bulan ini akan memudahkan petani untuk bekerja. Sebab permukaan tanah akan menjadi kering.

• Buat lubang dan diberi pupuk yang mengandung unsur hara magnesium dititik dimana bibit akan ditanam, 7 hari sebelum bibit diletakkan. Jika kontruksi tanah masih berair, maka bibit cukup diletakkan dititik tanamnya saja dan akarnya ditimbun menggunakan tanah.
• Bersihkan pelepah bila terlalu banyak dan kering, jika sudah produksi.
• Buatlah jalan produksi dengan baik sesuai kondisi tanah.
• Jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena akan menimbulkan kebakaran, jika membuangnya pada musim kemarau.

Demikianlah sedikit ulasan singkat mengenai tata cara menanam kelapa sawit di lahan gambut. Semoga bermanfaat dan sukses. Sekian dan terimakasih.

Baca Juga
Fungsi kanal dalam perkebunanan
Desain blok dalam perkebunan

Saturday, 29 July 2017

Fungsi kanal dalam pembukaan lahan dalam perkebunan kelapa sawit


Parit adalah salah satu instrument yang vital dalam pengelolaan kebun sawit. Penataan parit yang baik akan bisa menjaga kuantitas air yang mengalir dalam blok. Jika kebun sawit kita didominasi daerah rendahan maka kita butuh design parit yang baik. Dalam skala yang lebih besar, terutama pada pengelolaan kebun sawit pada daerah gambut, beberapa perusahaan membuat parit/outlet besar berupa kanal yang berfungsi selain untuk managemen air juga sebagai jalur transportasi.
 Secara umum, saya bisa menggolongkan parit berdasarkan dua kategori. Pertama : Berdasarkan Ukurannya. Kedua : Berdasarkan Tempat/Letaknya.
 Sebenarnya kedua hal tersebut berkaitan. Hanya saja dalam operasional dilapangan penyebutannya saja berbeda berdasarkan kebiasaan masing-masing.
 Baik, mari kita bahas lebih detail.
 Berdasarkan perletakan/tempatnya. Ada beberapa tipe parit yang umum.
 1. Parit Pinggir Jalan (Parit Infrastruktur). Berfungi untuk meng-collect air dari dalam blok (field drain) untuk dibuang menuju saluran lebih besar atau langsung ke sungai. Parit pinggir jalan bisa hanya ada di satu sisi jalan, bisa juga di kedua sisi jalan. Ini tergantung dari kondisi jalan atau blok di sekitar.
2. Parit Dalam Blok (Field Drain). Field drain dibuat pada daerah rendahan. Seberapa parah daerah itu tergenang akan menentukan komposisi field drain yang akan dibuat. Jika blok tersebut selalu terendam dalam waktu lama, kebiasaanya kita membuat field drain 2:1 (artinya, setiap 2 jalur tanaman dibuat parit). Jika tidak terlalu parah daerah rendahannya maka cukup dibuat field drain 4:1 (setiap 4 jalur tanaman, dibuat parit).
field drain 2:1
3. Parit batas HGU / Parit Boundry. Parit ini dibuat untuk menjadi batas antara kebun sawit kita dengan lahan sekitarnya. Parit ini juga berfungsi untuk mencegah pencurian buah yang dilakukan pada blok-blok batas
 4. Parit Sirip. Parit sirip adalah parit yang digunakan untuk membuang air pada titik-titik jalan yang rendah. Atau pada titik jalan yang sering tergenang. Parit ini bisa diarahkan ke dalam blok. Ada baiknya jika diujung parit sirip dibuatkan rorak untuk menampung air dalam blok. Parit sirip bisa dibuat dengan panjang 10-20 meter dari pinggir jalan ke arah dalam blok.
 Berdasarkan ukurannya. Ada beberapa tipe parit yang umum
 1. Parit 1×1
 Biasa digunakan untuk field drain
 2. Parit 2×2
 Umumnya digunakan pada parit pinggir jalan dan field drain3. Parit 4×2
 Digunakan untuk parit batas HGU, Parit Outlet Utama4. Parit 4×4
 Digunakan untuk parit batas HGU, Parit Outlet Utama, Parit Pelurusan Sungai
 Berikut adalah Norma HM dan Biaya yang digunakan untuk : Pekerjaan Buat Parit


Selain pekerjaan buat parit, hal yang perlu diperhatikan juga adalah perawatan parit. Biasa yang umum digunakan di kebun adalah cuci parit. Setiap perusahaan mempunyai norma/rotasi yang berbeda-beda untuk cuci parit. Ada yang mengerjakan 2x dalam 1 tahun. Ada juga yang mengerjakan 1x dalam 2 tahun. Kebijakan bisa diambil melihat kondisi/lokasi dari tipe rendahan di daerah kita. Untuk outlet utama sebaiknya dilakukan 2x setahun. Pengalaman saya, rumput air biasanya sudah kembali menutupi parit 3-4 bulan setelah parit dicuci. Akan lebih cepat lagi ketika musim hujan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap volume air yang akan dibuat melalui parit tersebut
Baca juga.

Friday, 28 July 2017

Menghitung standart pokok perHektar ( SPH )

Desain blok
SPH atau Stand Per Hectar yaitu jumlah pokok / pohon yang ditanam dalam satuan Hektar. Cahaya atau sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman dalam proses fotosintesis, dengan jarak tanam yang rapat / populasi yang tinggi maka persaingan tanaman untuk mendapatkan cahaya akan mendorong tanaman untuk tumbuh lebih cepat tinggi atau etiolasi. Pokok kelapa sawit etiolasi, pelepah tindak membuka atau berbentuk V yang berakibat produksi/buah yang dihasilkan tanaman rendah. Rendahnya produksi karena tanaman karena penyerbukan yang tidak maksimal dan terjepitnya buah oleh pelepah, selain itu konsentrasi tanaman mempertahankan hidup dengan upaya mendapatkan sinar matahari.

Maka perlu dicari jarak tanam yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal baik pertumbuhan vegetatif maupun generatif.

Rekomendasi SPH dikeluarkan oleh penyedia kecambah dimana mereka telah melakukan penelitian karakteristik bibit yang dihasilkan.

Umumnya SPH digunakan 143, 136 dan 125 pokok per ha. Namun ada juga bibit dengan karateristik pelepah pendek sehingga SPH bisa mencapai 160 pokok per ha.

Informasi terbaru sistem tanam sekarang ini di tanam dengan jarak cukup rapat di kisaran 160 - 170 pk per ha. Disaat tanaman mulai terlihat etiolasi maka dilakukan penjarangan atau thinning, hal ini mempertimbangkan minimnya ketersediaan lahan dan penanaman diareal endemik ganoderma.

Rumus untuk menghitung SPH = 10000 /(jarak tanam x jarak baris)

Jika hanya diketahui jarak tanam, jarak baris dapat dihitung = Jarak tanam x 0,866.

Jika hanya diketahui SPH, maka jarak tanam
= √ ((10000/SPH) / 0,866)

Contoh SPH 143,
= √((10000/143) / 0,866)
= √(69.9300699301 / 0,866)
= √80.7506581179
= 8.9861369964

Dan jarak baris :
= 8.9861369964 x 0.866
= 7.7819946389

Jika hanya diketahui jarak tanam 8,98 m, maka SPH :
= 10000 / (8,98 m x (8,98m x 0,866)
= 10000 / (8,98 m x 7,78 m)
= 10000 / 69.8644
= 143.1344146661
    Dibulatkan 143 pokok / ha.

Naa cukup mudah bukan.

Cukup sekian postingan kali ini. Terima kasih. Semoga bermanfaat

Baca juga : 

Persiapan sebelum tanam kelapa sawit



Budidaya kelapa sawit adala investasi dalam jangka panjang  dan bisa di wariskan kepada keturunan,kelapa sawit dan juga dapat jadi aset paling berharga yang bisa menghidupi banyak orang.
Sebelum membahas lebih lanjut tntang perkebunan kelapa sawit dan untuk mengetahui lebih cara penanaman dan perawatn kelapa sawit ,sebaiknya kita bahas tentang cara pembukaan lahan untuk penanaman kelapa sawit itu sendiri.
  •     Lahan


Lahan adalah media untuk tempat pennaman kelapa sawit itu sendiri.Disini saya tuliskan saja 2 ( Dua ) jenis lahan yang dapat ditanamin kelapa sawit itu sendiri
ร˜  Lahan Rawa-rawa
ร˜  Kahan mineral
  •  Bibit kelapa sawit

Bibit kelapa sawit terdiri banyak varietas dan bermacam-macam yang dapat kita pilih tergantung pemilik lahan itu sendiri mau jenis apa.
Nah sekarang yang mau kita bahas ekarang adalah pebukaan dan persiapan lahan itu sendiri,untuk bagian ini saya akan membahas pembukaan lahan di areal rawa-rawa atau lahan yang berair.Lahan yang berair banyak juga jenisnya .
  • 1.       Gambut
  • 2.       Pasang Surut

Sebelum pembukaan dan penanaman kelapa sawit di lahan rawa-rawa ada baiknya kita persiapkan sebagai berikut .
  • 1.       Kanal.

Kanal adalah suatu sebuah infrastruktur untuk mengalirkan air itu sendiri pada saat curah hujan tinggi dan dapat menampung air pada saat musim kemarau. Jenis-jenis lahan pada rawa-rawa adalah.
ร˜  Boundries
ร˜  Main Drain
ร˜  Collection Drain
ร˜  Field Drain
Untuk lebih detailnya tentang pembahasan kanal pada pembukaan dan persiapan penanaman kelapa sawit nanti saya akan bahas di artikel saya berikutnya.
  • 2.       Land Clearing.

Land Clearing adalah suat pekerjaan pembersihan lahan atau menyiapkan suatu media penanaman klapa sawit .

Untuk lebih detailnya tentang pembahasan kanal pada pembukaan dan persiapan penanaman kelapa sawit nanti saya akan bahas di artikel-artike saya berikutnya

Sekian dulu teman-teman untuk artikel saya ini semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya dan dapat berguna.

Baca Juga Artikel saya yang lainnya ya.
Desain blok dalam perkebunan
Surveyor
Survey dan mapping

Thursday, 27 July 2017

Desain Blok Dalam perkebunan

A.UKURAN BLOCK

1.Pengertian Block design disini adalah pekerjaan penentuan ukuran block standard / normal yang dipakai sebagai dasar dalam pembangunan kebun.

2.Block Standard / normal yang dimaksud adalah block yang berbentuk kotak persegi. Semua block      “harus” diupayakan berbentuk persegi. Pengecualian hanya diijinkan bila lokasi bergelombang /          berbukit.

3Blok yang dapat diterima sebagai blok diluar normal adalah dengan persyaratan sbb :Area hilly           dengan kemiringan > 15° (≈ 26%)
     - Daerah peringgan / berbatas dengan sungai besar
     - Area terpencar pencar

4.Luas Block Normal yang dipakai adalah :
    - Komoditi sawit   =   30 Ha
   - Komoditi Karet   =  60 Ha

3.Ukuran Block standard / normal yang dipakai adalah :
   - Komoditi Sawit : Lebar   :    300 M
Panjang   : 1.000 M
   - Komoditi Karet : Lebar   :    600 M
Panjang   : 1.000 M


B. PENOMORAN BLOCK

 1.Pengertian Penomoran Block adalah pekerjaan pemberian nomor block-block yang akan                     dikerjakan.

 2.Nomor Block dibuat dengan urutan sbb :
      Nama kolom – Nomor baris block
 
   Contoh : Block  M 8 …. artinya block tersebut berada di kalom M baris ke 8 dari arah utara kebun

 3.Pemberian nama kolom dan nomor baris block adalah sesuai peta rencana kerja block design……       lihat gambar berikut




Lihat juga : Sejarah pemetaan dan Gis

C. RINTIS BLOCK

 1.Pengertian Rintis Block adalah pekerjaan penentuan lokasi jalur lebar dan panjang block                     dilapangan.

 2.Posisi ukuran Block adalah sbb :
      Lebar       ---- > arah utara  -- selatan
      Panjang   ---- > arah timur – barat

 3.Penentuan jalur block di lapangan dimulai dengan mengambil titik koordinat sesuai ijin lokasi             yang dimiliki. Titik koordinat ini tentunya sudah dimasukkan dalam peta rencana block design           sebagai titik awal bagi Team Rintis

 4.Dari titik awal ini Team mulai membuat jalur “rintisan”.

 5.Jalur rintisan ini juga berfungsi sebagai batas block, sebagai dasar semua pekerjaan                           pembangunan kebun (land clearing, tanam dll).

 6.Jalur Rintisan dibuat lebar 1,5 s.d 2 meter. Jalur rintisan harus bebas semak dan anak kayu.               Semua pohon diameter < 7,5 cm yang berada “garis koordinat” di    jalur rintisan harus ditebang.         Apabila “garis koordinat” di jalur rintisan tepat    mengenai pohon > 7,5 cm yang sulit ditebang,         maka  pohon tetap dibiarkan tegak,    garis koordinat harus dibuat patok bantu agar jalur tidak             bergeser.

 7.Pada setiap persimpangan block (titik pertemuan 4 blok) dipasang patok kayu วพ 7,5 cm dan        diberi warna merah. Tinggi patok 1,8 meter dimana tertanam ± 30 cm    dan sisanya (1,5 m) tegak      diatas tanah. Sebelum diberit cat merah, kulit kayu    harus dikupas dan dibiarkan mengering              getahnya, baru dioles cat. Kayu patok mengunakan kayu yang ada di sekitar lokasi. Bagian yang        dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas.

 8.Untuk jaur rintisan , setiap jarak 50 meter juga diberi patok yang diberi cat. Patok terbuat dari kayu     di sekitar lokasi ukuran วพ  2-5 cm. Tinggi patok 1,8 meter dimana tertanam ± 30 cm dan sisanya         (1,5 m) tegak diatas tanah Kulit kayu pada posisi cat harus dikupas terlebih dahulu dan ditunggu         hingga getahnya mengering baru dioles cat. Jarak patok bantu bisa diperpendek sesuai                         /menyesuaikan lokasi kerja. Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas.

 9.Standard Warna Patok adalah sbb :
    Transport  ---- > arah utara  -- selatan, diberi cat warna KUNING
    Collection  ---- > arah timur –- barat     , diberi cat warna PUTIH
    Batas kebun --------------  > , diberi cat warna MERAH


20 Cm ( Bidang yang di beri CAT )



130 cm
( diatas tanah )

30 cm ( Ditanam )




SKETSA PATOK RINTIS

Thursday, 20 July 2017

Sejarah pemetaan dan gis


35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.

Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.

Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan "litografi foto" dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.

Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS - SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI - Canadian land Inventory) - sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.


GIS dengan gvSIG.
CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika, memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangnya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut "Bapak SIG".
Baca Juga : Tuga Surveyor

CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.

Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun "Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)" dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.

Jenjang pendidikan SMU/senior high school melalui kurikulum pendidikan geografi SIG dan penginderaan jauh telah diperkenalkan sejak dini. Universitas di Indonesia yang membuka program Diploma SIG ini adalah D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, tahun 1999. Sedangkan jenjang S1 dan S2 telah ada sejak 1991 dalam Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Penekanan pengajaran pada analisis spasial sebagai ciri geografi. Lulusannya tidak sekadar mengoperasikan software namun mampu menganalisis dan menjawab persoalan keruangan. Sejauh ini SIG sudah dikembangkan hampir di semua universitas di Indonesia melalui laboratorium-laboratorium, kelompok studi/diskusi maupun mata pelajaran.

Baca juga : Panduan pembuat peta

Wednesday, 19 July 2017

Defenisi Peta


Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas

Fungsi pembuatan peta.

Peta mempunyai beberapa fungsi di berbagai bidang, antara lain untuk:

  1. menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi. Dengan membaca peta kita dapat mengetahui lokasi relatif suatu wilayah yang kita lihat.
  2. memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta,
  • Bentuk-bentuk benua yang ada di dunia dapat kita amati pada peta
  • Bentuk-bentuk permukaan bumi dapat di amati dari simbol warna yang terlihat berbeda-beda


      3.menyajikan data tentang potensi suatu daerah, misalnya :
  • Peta potensi rawan banjir
  • Peta potensi kekeringan
  • Peta Potensi Air
  • Peta Potensi Ikan

  1. memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi. Jarak sebenarnya 2 lokasi dapat dihitung dengan membandingkan skala petanya.



  1. membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,
  2. analisis data spasial, misalnya perhitungan volume,
  3. menyimpan informasi,
  4. membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan
  5. komunikasi informasi ruang.

Terima kasih telah membaca artike ini.
Baca juga ; Peta dan Gis

Tuesday, 18 July 2017

Mengupas alat-alat untuk melakukan pengukuran tanah


Ilnu Ukur wilayah ( Surveying ) adalah metode titik-titik dengan memanfaatkan jarak dan sudut diantara titik tersebut pada suatu wilayah dengan cermat. berbagai titk tersebut biasanya adalah permukaan bumi dan digunakan untuk membut peta ,batas wilyah suatu lahan,lokasikontruksi,dan tujuan lainnya . Ilmu ukur wilayah juga merupakan pekerjaan surveyor mengunakan berbagai elemen matematikaseperti geometri dan trigrometri,juga fisika dan juga keteknikan.

Baikla teman -teman sekalian di artrkel saya sebelumnya membahas teknis dari pengukuran tanah,naah sekarang kita membahas tentang alat-alatny itu sendiri.Sekarang kita mulai dari,


Teodolit
1. TeodolitTeodolit adalah instrunmen presesi untuk mengukur sudut di bidang horisontal dan vertikal.Teodolite terutama di gunakan untuk survey applikasi,dan telah di adaptasi untuk tujuankhusus dalam bidang-bidanseperti metrologi dan teknologi peluncuran roket .Sebuah teodolit modern terdiri dari teleskop bergerak di pasang dalam dua tegak lurus sumbu, horizontal atau trunion sumbu,dan sumbuh vertikal. Ketika teleskop yang menunjukan pada   objek target ,sudut masing- masing sumbu dapat di ukur dengan presisi yang besar , biasa untuk deti busur.




2.GPS  ( Global Posistioning System )
GPS
GPS adalah adalah sistem untuk menentukan letak di permukakaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit . Sistem ini mengunakan 24 satelit yang mengirimkan signal gelombang mikro ke bumi .Sinyal ini di terimah oleh alat permukaan,dan digunakan untuk menentukan letak ,kecepatan,arah,dan waktu.








3.Kompas
Kompas Sunto
Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnegtis yang bebas menyelaraskan dengan medan magnetik bumi secara akurat.Kompas memberikan rujukan arah tertentu,sangat membabantu dalam bidang navigasi.Arah mata angin yang ditunjukanya adalah utara ,selatan,timur dan barat.Apabila digunakan dengan jam dan sekstan maka kompas akan lebih akurat menunjukan arah.Alat ini membantu dalam bidang maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.


Baca juga apa itu : Buku pegangan juru ukur tanah


Monday, 17 July 2017

Tugas dan tanggung jawab surveyor kebun sawit

Bagian Pertama.

Surveyor perkebunan kelapa sawit adalah,pekerjaan yang sebelum kebun sawit itu berdiri dan berkembang,menjadi surveyor perkebunan kelapa sawit harus benar-benar kuat fisik dan mental dimana surveyor itula yang menentukan perkebunan awal perkebunan itu sendiri.
Sebelum dapat izin lokasi tugas surveyor memastikan lokasi yang akan di ajukan menjadi konsensi perkebunan sawit.

Lihat video ini.

Tugas utama surveyor adalah mengukur lahan
1.Untuk perizin di pemerintah
2.Membuat rencana dan set plan perkebunan itu sendiri
3.Membuat infrastruktur perkebunan itu sendiri
4.Melakukan survey dan mapping







Menjadi seorang surveyor harus memahami dimana akan bekerja dan harus mengusai alat - alat untuk melakukan survey.

Sekian dulu nanti kalau ada waktu akan disambung lagi ke bagian berikutnya.



Baca juga.
Pengukuran dan pemetaan bidang tanah


SURVEY EVALUASI LAHAN

PENGERTIAN
n  Survei kesesuaian lahan adalah proses penilaian sifat-sifat lahan (topografi, iklim, tanah, air) berdasarkan kriteria yang dibutuhkan oleh suatu  tipe penggunaan  lahan yang direncanakan
n  Lahan adalah sumberdaya alam, merupakan kesatuan integral dari ;  polypedon, vegetasi alam (mikro flora, makro flora), vegetasi buatan (tanaman pertanian, perkebunan, hutan tanaman),  air (laut, danau, sungai),  udara (hujan, temperatur, kelembaban, angin), hewan (mikro fauna, makro fauna), manusia, dan bangunan buatan manusia.
n  Lahan mempunyai kemampuan terbatas untuk suatu penggunaan, oleh sebab itu penggunaan lahan harus optimal, artinya sebagai sumberdaya alam, kualitasnya tidak boleh menurun karena tipe penggunaan yang tidak terdukung oleh sifat-sifat lahan.
n  Oleh sebab itu sifat-sifat lahan harus mampu memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan oleh tipe penggunaan sehingga  lahan itu mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

Struktur Klasifikasi Lahan FAO 1976
Terdiri dari 4 kategori:
  1. Ordo (Order): Menunjukkan keadaan kesesuaian lahan  secara umum
  2. Klas (Class): Menunjukkan tingkat kesesuaian dalam ordo
  3. Sub-Klas: Menunjukkan keadaan tingkatan dalam kelas yang didasarkan pada jenis pembatas atau macam perbaikan yang perlu dilakukan dalam kelas
  4. Satuan (Unit): menunjukkan tingkatan dalam sub-klas didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil yang berpengaruh dalam pengelolaanya

ORDO (ORDER)
Pada tingkat ordo dibedakan menjadi 2 kategori:
1 . Ordo S : Suitable (Sesuai), adalah lahan yang dapat digunakan untuk penggunaan tertentu secara lestari, tanpa atau sedikit resiko kerusakan terhadap sumberdaya lahannya
2. Ordo N : Not Suitable (Tidak Sesuai), adalah lahan yang mempunyai pembatas sedemikian rupa sehingga mencegah penggunaan secara lestari untuk suatu tujuan yang direncanakan.

Kelas (Class)
  • Kelas S1: Sangat Sesuai (Highly Suitable) merupakan lahan yang tidak mempunyai pembatas yang berat untuk penggunaan secara lestari atau hanya mempunyai pembatas tidak berarti dan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi serta tidak menyebabkan kenaikan masukan yang diberikan pada umumnya.
  • Kelas S2: Cukup Sesuai (Moderately Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas agak berat untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus dilakukan. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan, serta meningkatkan masukan yang diperlukan.
  • Kelas S3: Sesuai Marginal (Marginal Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang sangat berat untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus dilakukan.Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan. Perlu ditingkatkan masukan yang diperlukan.
  • Kelas N1: Tidak Sesuai Saat Ini (Currently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang lebih berat, tapi masih mungkin untuk diatasi, hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahuan sekarang ini dengan biaya yang rasional. Faktor-faktor pembatasnya begitu berat sehingga menghalangi keberhasilan penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
  • Kelas N2: Tidak Sesuai Selamanya (Permanently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang sangat berat, sehingga tidak mungkin digunakan bagi suatu penggunaan yang lestari
Sub-Klas (Sub Class)
          Menggambarkan jenis faktor pembatas, atau jenis parameter yang penting untuk diperbaiki, dalam kelas.
          Kelas kesesuaian lahan dibedakan menjadi subkelas berdasarkan kualitas dan karakteristik lahan yang menjadi faktor pembatas terberat.

          Faktor pembatas ini sebaiknya dibatasi jumlahnya, maksimum dua pembatas

  
Simbol
Kualitas Lahan
Karakteristik Lahan
t
Rejim temperatur
1. Tempeatur rata-rata tahunan (ยบC)
w
Ketersediaan air
1. Bulan kering (< 100 mm)
2. Curah hujan rata-rata tahunan (mm)
r
Media Perakaran
1. Kelas drainase tanah
2. Tekstur tanah
3. Kedalaman efektif
f
Retensi hara
1. KTK (m.e)
2. C-organik
n
Ketersediaan hara
1. Total Nitrogen
2. P2O5 tersedia
3. K2O tersedia
s
Terrain
1. Lereng (%)
2. Batu di permukaan dan di dalam penampang tanah
3. Singkapan batuan
x
Keracunan (toksisitas)
1. Salinitas


Satuan (Unit)
          Keadaan tingkatan dalam subkelas kesesuaian lahan, yang didasarkan pada sifat tambahan yang berpengaruh dalam pengelolaannya.
          Unit yang satu berbeda dari unit yang lainnya dalam sifat-sifat atau aspek tambahan dari pengelolaan yang diperlukan dan sering merupakan pembedaan detil dari faktor pembatasnya.
          Dalam praktek evaluasi lahan, kesesuaian lahan pada kategori unit ini jarang digunakan.



Karakteristik Lahan Kelas Kesesuaian Lahan
S1 S2 S3 N1 N2
Temperatur (t) 25 – 28 22 – 25 20 – 22 < 20
Rata-rata tahunan (C0) 28 – 32 32 – 35 > 35
Elevasi (m dpl) < 200  200 – 300 300 - 400 > 400
Ketersediaan Air: (w) <2      >3-4       <1
Bulan Kering (<75mm)  2000-    3000     2-3 1250 - <1750 Td >3000
Curah Hujan (mm/th)  1750 -  <2000 Td <1250
Kondisi Perakaran (r) Sedang, Baik agak terhambat Cepat, agak  terhambat Sgt terhambat, cepat Sgt cepat,
Kelas Drainase Tanah
Tekstur Tanah LS, L, SCL, SiL, Si, CL, SiCL LS, S, SiC, SC SiC. Td Kerikil, Pasir
Keadalaman efektif (cm)   >100 75-100 51-75 <50
Kedalaman air tanah (cm) > 100 50 - 100 25 - 50 < 25 
Gambut - Sapris Hemik Hemik- fibris Fibris
Kematangan - <100 100-150 >150-200 >200
Kedalamam (cm)
pH  (H20) 5,0-6,0 >6,0-7,0  >7,0-8,5 >8,5
4,5 – 5,0  4,0-<4,5 <3,5


Pra-survey
-          Pengumpulan data dan peta dasar(batas areal), Peta Rencana Tata Ruang dan Wilayah, Citra Landsat/Foto Udara,Peta Topografi, Peta Tanah (Land Unit), Peta Land Use, Data iklim dan curah hujan.
-          Desk Study: Overlay dan delineasi Satuan Peta Tanah sebagai peta kerja.
Survey Evaluasi Lahan
-          Orientasi dan Verifikasi batas lahan
-          Cross Field
-          Pengamatan Profil dan pengambilan sampel
-          Pengambilan data pendukung lainya (Data Curah Hujan, Data Penduduk, dll)
Pengolahan Data
-          Analisa sampel tanah
-          Overlay Peta Kerja dengan data hasil survey
-          Penentuan kelas kesesuaian lahan
-          Pembuatan Laporan
TANAH
Akumulasi tubuh tanah alam bebas, menduduki sebagian besar permukaan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad  hidup yang  bertindak terhadap bahan Induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula. Ilmu tanah sebagai ilmu pengetahuan alam yang masih muda, sehingga  masih belum lengkap untuk menampung semua persoalan teori dan praktek dengan memuaskan

Horizon Organik (horizon O). Ialah lapisan yang terdiri dari bahan-bahan organic baik yang masih segar ataupun yang sudah membusuk.
- Horizon O1. Terdapat bahan-bahan organic yang ciri-cirinya tampak jelas.
- Horizon O2. Bahan-bahan organic sudah mengalami pelapukan sehingga ciri-cirinya sudah tidak jelas karena telah terjadi proses humifikasi.
Horizon mineral. Terdiri dari horizon A, B, dan C.
Horizon A. Disebut daerah eluviasi atau proses perpindahan bahan-bahan tanah dari horizon A ke B.
-          Horizon A1. kaya bahan-bahan organic yang bercampur dengan mineral sehingga berwarna kelam.
-          Horizon A2. Struktur longgar, tekstur kasar, dan berwarna terang karena mengalami pencucian.
-          Horizon A3. Peralihan horizon A ke B dengan ciri w
arna lebih dekat ke horizon A2 atau Horizon E.
Horizon B. Disebut daerah Iluviasi atau akumulasi bahan-bahan tanah di horizon B yang berasal dari horizon A.
- Horizon B1. Peralihan horizon A ke B dengan ciri dan warna lebih dekat ke horizon B.
- Horizon B2. Merupakan horizon yang paling memperlihatkan ciri-ciri horizon B yaitu Struktur padat, tekstur halus, dan berwarna gelap.
- Horizon B3. Peralihan dari horizon B ke C dengan ciri dan warna lebih dekat ke horizon B.
Horizon C. Merupakan batuan yang telah mengalami perubahan atau tidak utuh lagi dan belum mengalami perkembangan tanah baik eluviasi atau iluviasi.
Bahan Induk. Berupa batuan utuh yang keras yang belum mengalami perubahan diberi symbol R atau Rock.







Jangan Lupa Baca ini juga.